Pelajari hal ini sebelum ambil rumah secara KPR

cara membei rumah kpr

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kebutuhan akan tempat tinggal pada saat ini semakin meningkat, dengan semakin menipisnya lahan yang tersedia, berbagai metode pembelian tempat tinggal pun muncul. Salah satunya adalah Kredit Pemilikan Rumah atau biasa kita sebut dengan KPR. Bagi mereka yang memiliki keluarga muda atau mereka yang belum menikah, membeli rumah dengan sistem KPR ini bisa diandalkan karena biaya yang dikeluarkan di awal tergolong rendah sehingga tidak mengganggu kebutuhan lainnya. Bahkan dari hasil riset yang dilakukan oleh Bank Indonesia menunjukan bahwa 76,42% orang Indonesia menggunakan program KPR untuk memiliki rumah. Alasan mengapa lebih baik beli rumah sendiri daripada mengontrak.

Sebenarnya apa sih KPR itu? Sudahkah Anda memahaminya dengan benar? Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah sistem pembelian rumah dengan agunan atau jaminannya ialah rumah itu sendiri dengan skema pembiayaan hingga 90% dari harga rumah. Nah, untuk kamu yang ingin membeli rumah dengan sistem KPR, ada baiknya untuk mengetahui seluk beluk dari program KPR ini agar tidak terjadi salah paham selama proses berlangsung. Pelajari juga, persyaratan dan tahapan proses KPR.

Jenis-jenis KPR

1. KPR Subsidi
KPR subsidi merupakan program KPR yang dikhususkan untuk kalangan masyarakat menengah kebawah yang ingin memiliki rumah. Program ini merupakan program yang disediakan perbankan oleh pemerintah untuk membantu mendanai kepemilikan rumah masyarakat dalam bentuk Rumah Sehat Sederhana. Pada sistem KPR ini, debitur akan diberikan subsidi berupa keringanan uang muka ataupun keringanan kredit.

Bale Agung Group juga turut berpartisipasi dalam membantu program berjalannya Rumah Sehat Sederhana di Kota Pemalang dengan produk Kota Bale Agung, yang saat ini sudah terbangun lebih dari 230 unit.

2. KPR Non-subsidi (komersial)
Berbeda dengan KPR bersubsidi, program KPR Non-subsidi tidak diperuntukan untuk untuk satu kalangan saja. Biasanya pihak perbankan akan memberikan persyratan yang sesuai pada ketentuan umumnya dan besaran suku bunganya sendiri diatur oleh pihak perbankan, dan setiap perbankan memiliki besaran bunga yang berbeda-beda.

3. KPR Syariah
Pada dasarnya, program KPR syariah ini tidak jauh berbeda dengan program KPR non-subsidi. Perbedaan hanyalah terletak pada cara transaksinya, dimana pada KPR syariah akan menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli). Program KPR ini juga telah tersedia baik di bank pemerintah maupun bank swasta.

Hal-hal penting yang harus diperhatikan saat ingin membeli rumah dengan program KPR

1. Besarnya plafond kredit
Plafond kredit adalah batas tertinggi jumlah kredit yang bisa diberikan oleh perbankan. Besar kecilnya angka plafond kredit tersebut bisa dipengaruhi dari jenis pekerjaan calon kreditur maupun rekam jejak angsuran kita sebelumnya, jadi sangat disarankan untuk melunasi angsuran sebelumnya atau minimal kita tidak pernah mengalami penunggakan pada angsuran sebelumnya.
Bisa jadi juga perbankan akan mengeluarkan persetujuan dibawah angka yang diajukan, jadi salah satu solusi untuk mangatasinya adalah dengan menambah uang muka sesuai dengan kekurangan yang dikeluarkan oleh perbankan.

2. Suku bunga
Sebelum menentukan bank yang akan dipilih pastikan Anda mengetahui perhitungan suku bunga yang disediakan oleh perbankan. Mintalah simulasi angsuran kepada pihak developer sebelum memulai proses KPR.
Pastikan apakah suku bunga tetap (fix) atau suku bunga mengambang (floating). Suku bunga tetap (fix) adalah suku bunga yang besaran angkanya tetap dari awal hingga akhir masa pinjaman. Sedangkan suku bunga mengambang (floating) merupakan suku bunga yang besaran angkanya didasarkan pada pasar uang domestik maupun internasional.

3. Tempo peminjaman KPR
Mayoritas bank memberikan tempo peminjaman maksimal hingga 15 tahun,namun ada juga yang menyediakan hingga 20 tahun. Semakin panjang tenor KPR tersebut semakin kecil juga cicilan yang harus kita bayar perbulannya. Tetapi jika kamu memiliki penghasilan yang cukup, ada baiknya kamu untuk memilih tenor dengan jangka waktu yang lebih singkat lagi.

4. Lama proses pengajuan
Biasanya proses pengajuan KPR memakan waktu 2 minggu hingga 1 bulan. Banyak hal yang bisa mempengaruhi waktu pemrosesan, salah satunya adalah sulitnya menghubungi calon kreditur via telpon. Jadi sangat disarankan untuk mengantisipasi itu. Tahapan-tahapan dalam proses KPR.

5. Biaya administrasi KPR
Biasanya yang sering tidak diperhatikan dalam menjalani proses KPR adalah biaya administasi KPR tersebut. Sebenarnya dalam pembelian rumah secara KPR, uang muka atau down payment bukanlah satu-satunya biaya yang harus kita siapkan. Selain uang muka, biaya apa saja yang harus disiapkan dalam proses KPR?

6. Fitur tambahan
Biasanya mereka para perbankan memberikan fitur tambahan dalam program KPR-nya. Fitur tambahan itu biasanya berupa asuransi kebakaran, kredit multiguna yang dapat digunakan untuk renovasi rumah, serta penambahan limit KPR.

7. Biaya penalty pelunasan KPR
Pada saat proses pengajuan selesai pastikan Anda mengetahui besaran penalty pelunasan yang ditetapkan oleh setiap perbankan. Sehingga disaat Anda ingin melunasi sisa pokok hutang yang tersisa, Anda akan mengetahui besaran biaya penalty yang harus dibayar.

1 thought on “Pelajari hal ini sebelum ambil rumah secara KPR”

  1. Pingback: Pengalaman Renovasi Rumah Subsidi , Ini Biaya dan Contohnya! | Baleagung

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi Kami